Memuat 30 butir, bentuk soal, pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks, dengan estimasi slokasi skor 100 poin untuk setiap soal bernilai 3,33 poin.
Petunjuk Pengerjaan
- . Bacalah setiap stimulus dan pertanyaan dengan cermat.
- . Untuk soal pilihan ganda, pilih satu jawaban yang paling tepat.
- . Untuk soal pilihan ganda kompleks, pilih semua jawaban yang benar.
- . Kerjakan secara mandiri dan teliti.
1. Perubahan Nilai Sosial
Dahulu, masyarakat desa hidup rukun dan saling membantu melalui kegiatan gotong royong, seperti membersihkan lingkungan bersama-sama. Namun, belakangan ini kegiatan tersebut mulai ditinggalkan. Banyak warga lebih memilih menyewa jasa kebersihan karena kesibukan pekerjaan masing-masing. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan tokoh masyarakat karena dinilai dapat mengikis nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas desa.
Apa makna perubahan perilaku masyarakat desa jika ditinjau dari sudut pandang sosiologi?
A. Perubahan gaya hidup karena meningkatnya pendapatan masyarakat desa.
B. Pergeseran sistem ekonomi dari komunal menuju individualisme.
C. Perubahan nilai sosial yang memengaruhi interaksi antarwarga.
D. Penurunan semangat kerja kolektif karena pengaruh globalisasi.
E. Kecenderungan masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan tren modern.
B. Pergeseran sistem ekonomi dari komunal menuju individualisme.
C. Perubahan nilai sosial yang memengaruhi interaksi antarwarga.
D. Penurunan semangat kerja kolektif karena pengaruh globalisasi.
E. Kecenderungan masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan tren modern.
2. Interaksi Sosial pada Masa Pandemi
Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020 membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara manusia berinteraksi dan menjaga hubungan sosial. Kebijakan jaga jarak atau physical distancing menjadi norma baru yang wajib dipatuhi, sementara aktivitas tatap muka, termasuk pembelajaran, beralih secara drastis menjadi daring.
Apa yang memungkinkan interaksi sosial tetap terjadi pada masa pandemi meskipun terdapat pembatasan tatap muka secara langsung?
A. Individu memahami teknologi informasi.
B. Komunikasi tetap terjalin melalui media daring.
C. Semua pihak mengikuti aturan dengan taat.
D. Lingkungan sekitar menyediakan jaringan internet.
E. Siswa dan guru menggunakan telepon seluler.
B. Komunikasi tetap terjalin melalui media daring.
C. Semua pihak mengikuti aturan dengan taat.
D. Lingkungan sekitar menyediakan jaringan internet.
E. Siswa dan guru menggunakan telepon seluler.
3. Sumpah Pemuda dan Multikulturalisme
Nasionalisme sebagai masyarakat yang lahir di Indonesia muncul pertama kali setelah Indische Partij terbentuk pada 1912. Partai ini melibatkan berbagai etnis, termasuk Eropa dan peranakan Indo. Kemudian, peranakan Indo melebur dalam momentum nasionalisme berikutnya, yaitu Sumpah Pemuda 1928. Sumpah Pemuda menjadi ajang persatuan antara peranakan Tionghoa, Arab, dan Indo untuk membangun jati diri sebagai orang Indonesia. Peristiwa ini mempertemukan berbagai kalangan untuk mengampanyekan persatuan. Berangsur-angsur setelah Sumpah Pemuda, berdirilah partai berbasis etnis yang mendukung nasionalisme. Kemudian, gerakan berbasis etnis perlahan melebur dengan kelompok nasionalisme lainnya dan bermuara pada kemerdekaan Indonesia.
Sumber diadaptasi dari National Geographic Indonesia.
Mengapa Sumpah Pemuda pada kasus tersebut dapat dikategorikan sebagai simbol multikulturalisme?
A. Mencerminkan proses asimilasi nilai dan tujuan budaya-budaya yang berbeda demi menjaga identitas asli setiap etnik.
B. Mengakomodasi berbagai etnik dari latar belakang berbeda untuk mendukung penghapusan identitasnya menjadi Indonesia.
C. Terdapat dorongan untuk membangun partikularisme melalui partai-partai bernuansa etnik dalam meraih kemerdekaan.
D. Bersifat tidak eksklusif untuk satu kelompok etnik, melainkan inklusif dan terbuka bagi semua etnik yang hidup di Indonesia.
E. Adanya tuntutan agar etnik yang bergabung turut menjadi bagian dari kelompok mayoritas.
B. Mengakomodasi berbagai etnik dari latar belakang berbeda untuk mendukung penghapusan identitasnya menjadi Indonesia.
C. Terdapat dorongan untuk membangun partikularisme melalui partai-partai bernuansa etnik dalam meraih kemerdekaan.
D. Bersifat tidak eksklusif untuk satu kelompok etnik, melainkan inklusif dan terbuka bagi semua etnik yang hidup di Indonesia.
E. Adanya tuntutan agar etnik yang bergabung turut menjadi bagian dari kelompok mayoritas.
4. Akomodasi dalam Hubungan Sosial
Di sebuah desa yang sedang berkembang, hidup dua kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya dan kebiasaan yang berbeda. Satu kelompok berasal dari penduduk asli desa, sedangkan kelompok lainnya berasal dari warga pendatang. Pada awalnya, hubungan antara kedua kelompok kerap diwarnai kesalahpahaman saat rapat desa karena perbedaan cara pandang dan nilai budaya. Kondisi ini menimbulkan ketegangan sosial yang menghambat pembangunan desa.
Tokoh masyarakat kemudian menginisiasi kegiatan bersama, seperti gotong royong, pelatihan kewirausahaan, dan dialog antarbudaya. Melalui proses ini, kedua kelompok mulai saling memahami, menghargai perbedaan, dan bekerja sama dalam pembangunan desa. Mereka tetap mempertahankan budaya masing-masing, sambil merancang kegiatan budaya bersama yang melibatkan semua warga tanpa membedakan asal-usul.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, bentuk hubungan sosial apakah yang akhirnya terwujud?
A. Asimilasi, karena kedua kelompok membentuk budaya baru dengan menghilangkan perbedaan.
B. Kontravensi, karena terjadi perbedaan pandangan meskipun belum sampai pada konflik terbuka.
C. Koersi, karena kedua kelompok menyelesaikan konflik dengan dominasi kelompok yang lebih kuat.
D. Persaingan, karena masing-masing kelompok tetap mempertahankan identitas budaya secara tertutup.
E. Akomodasi, karena terdapat upaya meredakan ketegangan dengan kesepakatan bersama dan saling membantu.
B. Kontravensi, karena terjadi perbedaan pandangan meskipun belum sampai pada konflik terbuka.
C. Koersi, karena kedua kelompok menyelesaikan konflik dengan dominasi kelompok yang lebih kuat.
D. Persaingan, karena masing-masing kelompok tetap mempertahankan identitas budaya secara tertutup.
E. Akomodasi, karena terdapat upaya meredakan ketegangan dengan kesepakatan bersama dan saling membantu.
5. Gejala Sosial
Di salah satu kota besar, warga merasa resah karena sering terjadi penyerangan oleh sekelompok remaja bermotor. Mengapa peristiwa tersebut dianggap sebagai gejala sosial?
A. Benar, Benar, Salah
B. Benar, Salah, Benar
C. Salah, Benar, Benar
D. Salah, Salah, Salah
B. Benar, Salah, Benar
C. Salah, Benar, Benar
D. Salah, Salah, Salah
6. Dampak Urbanisasi
Perpindahan penduduk dari wilayah jarang penduduk ke wilayah padat penduduk atau urbanisasi merupakan salah satu gejala sosial. Wilayah jarang penduduk tersebut biasanya berupa perdesaan yang sebenarnya memiliki berbagai potensi. Pemerintah desa membiarkan penduduk melakukan urbanisasi.
Jika hal tersebut terus terjadi, apa dampak negatif yang paling relevan?
A. Pengangguran di wilayah pedesaan akan terus meningkat karena lapangan kerja semakin sempit.
B. Sumber daya hayati akan rusak karena pencemaran lingkungan akibat pembangunan yang masif.
C. Kerusakan lingkungan di perdesaan akibat alih fungsi lahan terjadi karena industrialisasi semakin pesat.
D. Kenaikan harga terjadi seiring penurunan pasokan pangan karena banyak lahan yang tidak tergarap.
E. Pemanasan global terus meningkat karena polusi udara di perkotaan tidak diimbangi penghijauan.
B. Sumber daya hayati akan rusak karena pencemaran lingkungan akibat pembangunan yang masif.
C. Kerusakan lingkungan di perdesaan akibat alih fungsi lahan terjadi karena industrialisasi semakin pesat.
D. Kenaikan harga terjadi seiring penurunan pasokan pangan karena banyak lahan yang tidak tergarap.
E. Pemanasan global terus meningkat karena polusi udara di perkotaan tidak diimbangi penghijauan.
7. Penelitian Kualitatif tentang Perempuan dalam Politik
Penelitian ini bertujuan memahami keterlibatan perempuan dalam partai politik. Manakah pernyataan yang menunjukkan tujuan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dari permasalahan sosial tersebut? Pilih semua jawaban yang benar.
A. Mengidentifikasi kesempatan dan peran yang dapat diambil perempuan dalam aktivitas politik di partai.
B. Memahami kontribusi spesifik perempuan terhadap dinamika dan keputusan politik di dalam partai.
C. Menganalisis korelasi antara tingkat keterlibatan perempuan dengan eksistensi partai politik.
D. Mengetahui sejauh mana kesetaraan gender terwujud dalam struktur dan praktik partai politik.
E. Menentukan pengaruh keterlibatan perempuan terhadap pengambilan keputusan yang berpihak pada perempuan.
B. Memahami kontribusi spesifik perempuan terhadap dinamika dan keputusan politik di dalam partai.
C. Menganalisis korelasi antara tingkat keterlibatan perempuan dengan eksistensi partai politik.
D. Mengetahui sejauh mana kesetaraan gender terwujud dalam struktur dan praktik partai politik.
E. Menentukan pengaruh keterlibatan perempuan terhadap pengambilan keputusan yang berpihak pada perempuan.
8. Tahapan Pelaksanaan Penelitian Sosial
Berikut merupakan langkah-langkah penelitian sosial yang akan dilakukan peneliti. Manakah urutan langkah yang termasuk tahapan pelaksanaan penelitian sosial?
A. Mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian menentukan landasan teori dan konsep yang relevan.
B. Mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian mengolah dan menganalisis data hasil penelitian.
C. Mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi kebijakan.
D. Menentukan landasan teori dan konsep yang relevan, kemudian menyusun latar belakang penelitian berdasarkan data resmi.
E. Menyusun latar belakang penelitian berdasarkan data resmi, kemudian menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi kebijakan.
B. Mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian mengolah dan menganalisis data hasil penelitian.
C. Mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi kebijakan.
D. Menentukan landasan teori dan konsep yang relevan, kemudian menyusun latar belakang penelitian berdasarkan data resmi.
E. Menyusun latar belakang penelitian berdasarkan data resmi, kemudian menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi kebijakan.
9. Metode Penelitian tentang Media Sosial dan Kenakalan Remaja
Penggunaan media sosial yang sangat digemari remaja menimbulkan kekhawatiran karena dapat memengaruhi perilaku dan moral mereka. Kenakalan remaja yang semakin kompleks sering dihubungkan dengan interaksi mereka terhadap konten daring tertentu.
Seorang peneliti melakukan penelitian terhadap remaja berusia 13–18 tahun yang sering menggunakan media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada 150 remaja. Kuesioner memiliki dua bagian utama: bagian pertama mengukur frekuensi dan pola penggunaan media sosial, sedangkan bagian kedua mengukur tingkat kenakalan remaja berdasarkan pengalaman dan pandangan responden.
Manakah pernyataan yang menunjukkan metode penelitian dan teknik penentuan sampel yang sesuai?
A. Penelitian eksperimen dengan stratified sampling karena membandingkan kelompok pengguna media sosial dan bukan pengguna dari berbagai tingkatan.
B. Penelitian eksploratif dengan cluster sampling berdasarkan wilayah untuk mengeksplorasi pengaruh media sosial terhadap moral remaja.
C. Penelitian kuantitatif dengan simple random sampling berdasarkan rentang usia yang diambil secara acak untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap tingkat kenakalan remaja.
D. Penelitian lapangan dengan area sampling berdasarkan area tertentu untuk mengobservasi pengaruh media sosial terhadap tingkat kenakalan remaja.
E. Penelitian kualitatif dengan purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu untuk memahami dampak penggunaan media sosial pada remaja.
B. Penelitian eksploratif dengan cluster sampling berdasarkan wilayah untuk mengeksplorasi pengaruh media sosial terhadap moral remaja.
C. Penelitian kuantitatif dengan simple random sampling berdasarkan rentang usia yang diambil secara acak untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap tingkat kenakalan remaja.
D. Penelitian lapangan dengan area sampling berdasarkan area tertentu untuk mengobservasi pengaruh media sosial terhadap tingkat kenakalan remaja.
E. Penelitian kualitatif dengan purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu untuk memahami dampak penggunaan media sosial pada remaja.
10. Kontribusi Penelitian Sosial
Penelitian ini bertujuan menelaah secara komprehensif fenomena meningkatnya jumlah pengemis anak di ruang publik. Fokus utama diarahkan pada identifikasi faktor penyebab anak-anak berada di jalanan, seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, dan eksploitasi oleh pihak tertentu. Penelitian ini juga mengeksplorasi dampak sosial dan psikologis yang dialami anak-anak tersebut, termasuk hilangnya masa kanak-kanak, kerentanan terhadap kekerasan, dan munculnya stigma sosial.
Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan kajian pustaka. Temuan penelitian diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu sosial, pemecahan permasalahan sosial, serta peningkatan kapasitas dan kompetensi peneliti.
Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan kontribusi penelitian sosial tersebut? Pilih semua jawaban yang benar.
A. Menambah wawasan tentang dampak fisik, psikologis, dan sosial yang dialami pengemis anak serta memberikan solusi atau saran kepada pemerintah sebagai dasar pengambilan kebijakan.
B. Menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dan memberikan manfaat bagi pembaca serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kompleksitas dan bahaya pengemisan anak.
C. Mengurangi tingkat kekerasan dan eksploitasi terhadap anak di jalanan.
B. Menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dan memberikan manfaat bagi pembaca serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kompleksitas dan bahaya pengemisan anak.
C. Mengurangi tingkat kekerasan dan eksploitasi terhadap anak di jalanan.
11. Partisipasi Komunitas dalam Kegiatan Lingkungan
Perhatikan grafik “Tingkat Partisipasi Komunitas dalam Kegiatan Lingkungan Menurut Jenis Kegiatan”.
Berdasarkan grafik hasil penelitian tersebut, penjelasan manakah yang paling tepat mengenai pola partisipasi komunitas dalam kegiatan lingkungan?
A. Semua jenis kegiatan lingkungan memiliki tingkat partisipasi yang seragam dan tinggi.
B. Kegiatan bersih sungai adalah yang paling populer dan menarik partisipasi komunitas terbanyak.
C. Masyarakat cenderung tidak tertarik pada kegiatan lingkungan yang bersifat fisik seperti penanaman pohon.
D. Daur ulang sampah merupakan kegiatan yang paling sukses dalam menarik jumlah peserta terbanyak.
E. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara partisipasi dalam penanaman pohon dan daur ulang sampah.
B. Kegiatan bersih sungai adalah yang paling populer dan menarik partisipasi komunitas terbanyak.
C. Masyarakat cenderung tidak tertarik pada kegiatan lingkungan yang bersifat fisik seperti penanaman pohon.
D. Daur ulang sampah merupakan kegiatan yang paling sukses dalam menarik jumlah peserta terbanyak.
E. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara partisipasi dalam penanaman pohon dan daur ulang sampah.
12. Proses Terbentuknya Kelompok Sosial
Di sebuah sekolah, sekelompok siswa membentuk komunitas bernama Green Youth Club yang berfokus pada isu lingkungan. Mereka saling berbagi informasi tentang daur ulang dan pengelolaan sampah organik, kemudian rutin melakukan kegiatan seperti membersihkan taman sekolah, membuat kompos, dan menyosialisasikan gaya hidup ramah lingkungan.
Anggota komunitas berasal dari berbagai kelas dan latar belakang, tetapi memiliki tujuan bersama dan saling mendukung dalam kegiatan yang dijalankan. Jika dikaji dari konsep kelompok sosial, bagaimana proses terbentuknya komunitas tersebut?
A. Komunitas terbentuk secara spontan tanpa kesamaan visi dan nilai.
B. Green Youth Club termasuk kelompok semu karena hanya berkumpul sesekali.
C. Kelompok tersebut terbentuk karena interaksi sosial yang berkelanjutan dan tujuan bersama.
D. Komunitas dibentuk secara paksa oleh sekolah sehingga tidak mencerminkan kelompok sosial.
E. Kelompok ini bukan kelompok sosial karena anggotanya berasal dari kelas yang berbeda.
B. Green Youth Club termasuk kelompok semu karena hanya berkumpul sesekali.
C. Kelompok tersebut terbentuk karena interaksi sosial yang berkelanjutan dan tujuan bersama.
D. Komunitas dibentuk secara paksa oleh sekolah sehingga tidak mencerminkan kelompok sosial.
E. Kelompok ini bukan kelompok sosial karena anggotanya berasal dari kelas yang berbeda.
13. Pengolahan Data Kualitatif
Perhatikan ringkasan hasil penelitian berikut.
Bagaimana langkah-langkah penelitian yang tepat agar peneliti dapat menghasilkan sajian data tersebut?
A. Membuat panduan wawancara yang diturunkan dari rumusan masalah, mengumpulkan data, mengecek kelengkapan jawaban, mengidentifikasi hasil jawaban, lalu mengelompokkannya dalam kategori yang sama.
B. Membuat daftar pertanyaan tertutup, mengujicobakannya dalam kelompok kecil, mengecek kelengkapan jawaban, mengelompokkan jawaban dalam tema tertentu, lalu menyimpulkan jawaban setiap responden.
C. Membuat kuesioner dengan pertanyaan campuran, mengumpulkan data, mengecek kelengkapan jawaban, mengklasifikasi jawaban setiap responden, lalu menyajikan data.
D. Merumuskan pertanyaan pokok dari judul penelitian, membuat panduan wawancara, melakukan uji coba terbatas, mengumpulkan data, mengecek kelengkapan data, lalu menyajikan data.
E. Merumuskan indikator variabel, menurunkannya menjadi butir pertanyaan, melakukan uji coba terbatas, mengumpulkan data, mengecek kelengkapan data, lalu menyajikan data.
B. Membuat daftar pertanyaan tertutup, mengujicobakannya dalam kelompok kecil, mengecek kelengkapan jawaban, mengelompokkan jawaban dalam tema tertentu, lalu menyimpulkan jawaban setiap responden.
C. Membuat kuesioner dengan pertanyaan campuran, mengumpulkan data, mengecek kelengkapan jawaban, mengklasifikasi jawaban setiap responden, lalu menyajikan data.
D. Merumuskan pertanyaan pokok dari judul penelitian, membuat panduan wawancara, melakukan uji coba terbatas, mengumpulkan data, mengecek kelengkapan data, lalu menyajikan data.
E. Merumuskan indikator variabel, menurunkannya menjadi butir pertanyaan, melakukan uji coba terbatas, mengumpulkan data, mengecek kelengkapan data, lalu menyajikan data.
14. Konflik Antarkelompok Kepentingan
Di beberapa kota di Indonesia terjadi konflik antara pedagang pasar tradisional dan pengelola pusat perbelanjaan modern yang baru dibangun. Pedagang pasar tradisional merasa dirugikan karena kehadiran mal menurunkan jumlah pembeli. Mereka menilai pembangunan pusat perbelanjaan tidak memperhatikan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil. Pihak pengelola mal berpendapat bahwa pembangunan tersebut sah dan merupakan bentuk kemajuan ekonomi kota.
Ketegangan meningkat setelah terjadi demonstrasi yang diwarnai kericuhan. Pemerintah kota mencoba memediasi kedua pihak, tetapi belum tercapai kesepakatan yang memuaskan semua pihak.
Apa bentuk konflik sosial yang terjadi berdasarkan ilustrasi tersebut?
A. Konflik antarkelas sosial karena terjadi benturan antara pedagang tradisional dan pedagang di mal.
B. Konflik antarkelompok kepentingan karena adanya perbedaan kepentingan ekonomi.
C. Konflik politik antarinstitusi karena kelompok pedagang di mal ingin mengalahkan pedagang pasar tradisional.
D. Konflik budaya akibat perubahan nilai ketika pedagang pasar tradisional kehilangan pelanggan sejak adanya mal.
E. Konflik antarpribadi karena perbedaan individu antara pedagang tradisional dan pedagang di mal.
B. Konflik antarkelompok kepentingan karena adanya perbedaan kepentingan ekonomi.
C. Konflik politik antarinstitusi karena kelompok pedagang di mal ingin mengalahkan pedagang pasar tradisional.
D. Konflik budaya akibat perubahan nilai ketika pedagang pasar tradisional kehilangan pelanggan sejak adanya mal.
E. Konflik antarpribadi karena perbedaan individu antara pedagang tradisional dan pedagang di mal.
15. Strategi Penyelesaian Konflik Agraria
Pada suatu daerah terjadi ketegangan antara komunitas adat dan perusahaan perkebunan sawit. Konflik bermula dari klaim hak kepemilikan lahan. Perusahaan berpegang pada izin yang dimiliki, sedangkan komunitas adat merasa terabaikan. Konflik mengakibatkan bentrokan fisik dan pemblokiran jalan oleh warga sehingga distribusi hasil perkebunan terhambat.
Mediasi awal telah dilakukan, tetapi gagal dan justru memperparah ketegangan serta ketidakpercayaan kedua belah pihak. Situasi tersebut berada pada titik kritis dan memerlukan intervensi yang lebih kuat.
Strategi apa yang tepat untuk mencapai kedamaian berkelanjutan?
A. Memulai kembali negosiasi antara manajemen perusahaan dan perwakilan komunitas adat tanpa melibatkan pihak ketiga yang netral.
B. Melakukan dialog multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan organisasi nonpemerintah untuk membangun pemahaman bersama.C. Melakukan arbitrase dengan menunjuk pihak ketiga independen yang berwenang membuat keputusan mengikat secara hukum.
D. Mengembangkan program kemitraan usaha bersama dengan sistem pembagian keuntungan yang adil.
E. Membentuk forum musyawarah desa yang difasilitasi tokoh masyarakat setempat berdasarkan kearifan lokal.
B. Melakukan dialog multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan organisasi nonpemerintah untuk membangun pemahaman bersama.C. Melakukan arbitrase dengan menunjuk pihak ketiga independen yang berwenang membuat keputusan mengikat secara hukum.
D. Mengembangkan program kemitraan usaha bersama dengan sistem pembagian keuntungan yang adil.
E. Membentuk forum musyawarah desa yang difasilitasi tokoh masyarakat setempat berdasarkan kearifan lokal.
16. Konflik antara Perusahaan Tambang dan Masyarakat Adat
Di Desa Tanjung Harapan, sebuah perusahaan tambang mulai beroperasi setelah memperoleh izin dari pemerintah daerah. Perusahaan membuka lahan secara besar-besaran, termasuk wilayah hutan adat yang selama ini dikelola turun-temurun oleh masyarakat lokal. Masyarakat adat menolak keberadaan tambang karena merasa tidak dilibatkan dalam proses perizinan dan khawatir kehilangan sumber penghidupan. Aksi protes kemudian berujung pada bentrokan antara warga dan aparat keamanan.
Apa penyebab utama terjadinya konflik sosial tersebut?
A. Pemerintah daerah tidak mampu mengelola hasil tambang dengan baik.
B. Perusahaan tidak memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat sekitar.
C. Masyarakat adat tidak memiliki pengetahuan tentang kegiatan pertambangan modern.
D. Kurangnya komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
E. Terjadi benturan kepentingan antara perusahaan dan hak masyarakat adat atas lahan.
B. Perusahaan tidak memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat sekitar.
C. Masyarakat adat tidak memiliki pengetahuan tentang kegiatan pertambangan modern.
D. Kurangnya komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
E. Terjadi benturan kepentingan antara perusahaan dan hak masyarakat adat atas lahan.
17. Dialog Inklusif untuk Meredakan Konflik
Konflik mulai terjadi ketika proyek pabrik yang didukung pemerintah lokal dibangun di atas tanah yang secara tradisional menghidupi petani lokal. Petani menyatakan tidak memperoleh informasi dan mengkhawatirkan hilangnya mata pencaharian. Protes petani menjadi viral di media sosial dan mendapat perhatian pemerintah.
Pemerintah lokal kemudian mengundang petani dan pihak pabrik untuk berdialog dengan fasilitasi tim perdamaian. Kesepakatan terwujud dalam bentuk kompensasi, pembangunan zona penyangga pertanian, serta pelibatan petani dalam pengawasan proyek.
Apa cara paling efektif untuk meredakan konflik dan menciptakan harmoni sosial?
A. Memindahkan lahan pertanian ke lokasi lain tanpa perundingan.
B. Melakukan dialog untuk menciptakan kesepakatan yang inklusif.
C. Menawarkan bagi hasil saham kepada petani tanpa jaminan tanah.
D. Menekan protes dengan mobilisasi aparat keamanan.
E. Melanjutkan konstruksi tanpa mempertimbangkan keberatan warga.
B. Melakukan dialog untuk menciptakan kesepakatan yang inklusif.
C. Menawarkan bagi hasil saham kepada petani tanpa jaminan tanah.
D. Menekan protes dengan mobilisasi aparat keamanan.
E. Melanjutkan konstruksi tanpa mempertimbangkan keberatan warga.
18. Berdasarkan infografis tentang jenis-jenis kelompok sosial, manakah pernyataan yang paling tepat menunjukkan perbedaan kelompok sosial tersebut?
A. Keluarga menunjukkan kelompok informal yang terbentuk secara spontan dan alami dari interaksi sosial yang terjadi karena adanya kesamaan minat, hobi, atau tujuan.
B. Kelompok belajar menunjukkan kelompok primer yang ditandai oleh adanya hubungan yang sangat erat, personal, intim, dan interaksi tatap muka yang sering.
C. Organisasi pramuka menunjukkan kelompok primer yang ditandai dengan adanya hubungan yang sangat erat, personal, intim, dan interaksi tatap muka yang sering.
D. Teman bermain menunjukkan kelompok formal yang dibentuk secara sengaja dan terencana dengan tujuan serta struktur yang jelas dan memiliki aturan yang tertulis.
E. Organisasi OSIS menunjukkan kelompok sekunder yang dicirikan oleh hubungan yang lebih formal, impersonal, dan berdasarkan tujuan atau kepentingan tertentu.
19. Pemicu Ketegangan Antarkelompok
Di Kelurahan Maju Jaya, warga terdiri atas beragam kelompok sosial, seperti penduduk asli, pendatang dari kota, dan etnis minoritas. Dalam pembangunan balai warga, kelompok penduduk asli selalu diundang dalam rapat musyawarah, sedangkan kelompok lain jarang dilibatkan. Kelompok pendatang dan etnis minoritas juga kesulitan memperoleh informasi karena akses informasi hanya beredar di lingkaran tertentu.
Akibatnya, kelompok yang tidak terlibat merasa tersisih dan tidak dihargai. Ketegangan mulai terlihat ketika beberapa warga menyampaikan ketidakpuasan dalam forum daring lokal.
Manakah pernyataan yang menjadi pemicu awal ketegangan antara kelompok pendatang dan etnis minoritas?
A. Ketidakadilan dalam pengambilan keputusan membentuk jarak sosial antarkelompok dan menurunkan rasa dihargai.
B. Kesenjangan akses informasi memperkuat stigma sosial dan mendorong eksklusi kelompok minoritas.
C. Dominasi kelompok mayoritas memperlemah solidaritas sosial dan merenggangkan relasi antarkelompok.
D. Ketimpangan hak partisipasi membentuk jurang sosial dan menurunkan rasa saling percaya.
E. Ketidaksetaraan pembagian peran memperkuat stratifikasi sosial dan menghambat mobilitas kelompok.
B. Kesenjangan akses informasi memperkuat stigma sosial dan mendorong eksklusi kelompok minoritas.
C. Dominasi kelompok mayoritas memperlemah solidaritas sosial dan merenggangkan relasi antarkelompok.
D. Ketimpangan hak partisipasi membentuk jurang sosial dan menurunkan rasa saling percaya.
E. Ketidaksetaraan pembagian peran memperkuat stratifikasi sosial dan menghambat mobilitas kelompok.
20. Dampak Ketimpangan Akses Layanan Publik
Studi di Kota Bahari menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan antara kelompok kaya dan miskin semakin lebar dalam sepuluh tahun terakhir. Akses terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan berkualitas lebih mudah diperoleh kelompok masyarakat atas. Sementara itu, masyarakat miskin bergantung pada layanan publik yang terbatas dan sering kali berkualitas rendah. Ketidakpuasan mulai muncul di media sosial dan ruang publik. Beberapa kelompok masyarakat melakukan aksi protes untuk menuntut keadilan sosial.
Apakah dampak sosial yang mungkin terjadi akibat ketidakpuasan masyarakat miskin terhadap layanan publik?
A. Menimbulkan aksi protes masyarakat miskin untuk menyuarakan pendapat.
B. Menimbulkan kerentanan kelompok miskin akibat terbatasnya akses terhadap fasilitas publik.
C. Menimbulkan ketidaksetaraan yang membuat kelompok miskin semakin terhambat dan merasa diperlakukan tidak adil.
D. Menimbulkan rendahnya partisipasi masyarakat miskin dalam proses pengambilan keputusan publik.
E. Menimbulkan kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memperbaiki layanan publik di wilayah miskin.
B. Menimbulkan kerentanan kelompok miskin akibat terbatasnya akses terhadap fasilitas publik.
C. Menimbulkan ketidaksetaraan yang membuat kelompok miskin semakin terhambat dan merasa diperlakukan tidak adil.
D. Menimbulkan rendahnya partisipasi masyarakat miskin dalam proses pengambilan keputusan publik.
E. Menimbulkan kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memperbaiki layanan publik di wilayah miskin.
21. Kesetaraan Kesempatan dalam Pelayanan Publik
Pemerintah Kota Madani membuka program beasiswa bagi pelajar SMA dari keluarga kurang mampu. Program ini tidak hanya didasarkan pada nilai akademik, tetapi juga mempertimbangkan latar belakang ekonomi dan akses pendidikan siswa. Selain itu, pemerintah menyediakan transportasi gratis bagi siswa dari daerah terpencil agar mereka lebih mudah bersekolah.
Bagaimana prinsip kesetaraan sosial diterapkan dalam pelayanan publik?
A. Kesetaraan kesempatan, karena siswa diberi peluang yang setara untuk maju.
B. Kesetaraan budaya, karena pemerintah menghormati adat dan kebiasaan lokal.
C. Kesetaraan ekonomi, karena pemerintah memberikan bantuan kepada semua warga.
D. Kesetaraan hukum, karena semua siswa diperlakukan sama tanpa melihat latar belakang.
E. Kesetaraan politik, karena semua siswa mendapat hak suara dalam menentukan program.
B. Kesetaraan budaya, karena pemerintah menghormati adat dan kebiasaan lokal.
C. Kesetaraan ekonomi, karena pemerintah memberikan bantuan kepada semua warga.
D. Kesetaraan hukum, karena semua siswa diperlakukan sama tanpa melihat latar belakang.
E. Kesetaraan politik, karena semua siswa mendapat hak suara dalam menentukan program.
22. Ketimpangan Sosial dan Kemiskinan Perkotaan
Di kawasan pinggiran perkotaan yang padat penduduk, banyak keluarga tidak memiliki akses terhadap air bersih, sanitasi, dan jaringan listrik yang stabil. Banyak orang tua bekerja di sektor informal dengan pendapatan tidak teratur. Anak-anak sering putus sekolah karena harus mendukung ekonomi keluarga. Penduduk merasa terasing dari perkembangan kota dan tidak banyak menerima dukungan program pemerintah.
Mengapa ketimpangan sosial dapat meningkatkan angka kemiskinan pada masyarakat perkotaan dalam kasus tersebut?
A. Tradisi budaya memprioritaskan pendidikan formal daripada informal sehingga mengabaikan keterampilan hidup yang relevan.
B. Penolakan kelompok marginal untuk direlokasi ke lingkungan yang lebih sehat menyebabkan mereka tetap tinggal di wilayah tanpa layanan dasar.
C. Kurangnya motivasi warga untuk memperbaiki kehidupan mereka sendiri karena tidak adanya pengangguran yang nyata.
D. Akses yang tidak merata terhadap layanan dasar dan kebijakan yang tidak berpihak menyebabkan warga terpinggirkan dan tidak memperoleh layanan memadai.
E. Perencanaan keuangan yang buruk dan konsumsi tidak berimbang menyebabkan pendapatan sektor informal sulit mencukupi kebutuhan dasar.
B. Penolakan kelompok marginal untuk direlokasi ke lingkungan yang lebih sehat menyebabkan mereka tetap tinggal di wilayah tanpa layanan dasar.
C. Kurangnya motivasi warga untuk memperbaiki kehidupan mereka sendiri karena tidak adanya pengangguran yang nyata.
D. Akses yang tidak merata terhadap layanan dasar dan kebijakan yang tidak berpihak menyebabkan warga terpinggirkan dan tidak memperoleh layanan memadai.
E. Perencanaan keuangan yang buruk dan konsumsi tidak berimbang menyebabkan pendapatan sektor informal sulit mencukupi kebutuhan dasar.
23. Globalisasi dan Kesenjangan Sosial
Globalisasi mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang, terutama di sektor industri dan jasa. Namun, pembangunan sering tidak merata dan terpusat di kota-kota besar. Akses pendidikan dan teknologi yang sebelumnya sudah terpusat di wilayah kota semakin memperlebar perbedaan.
Perusahaan multinasional yang masuk ke negara berkembang dapat membayar upah rendah kepada pekerja lokal. Sebagian perusahaan bahkan tidak memberikan hak-hak yang setara dengan pekerja di negara asalnya. Kondisi ini sering dianggap lazim demi mendorong perekonomian dan menyerap tenaga kerja.
Mengapa globalisasi pada kasus tersebut dapat menimbulkan kesenjangan sosial?
A. Kesenjangan muncul karena pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih lambat dibandingkan negara lain.
B. Kesenjangan terjadi karena adanya alienasi atau keterasingan pekerja dari produk yang dihasilkannya.
C. Kesenjangan terjadi karena kurangnya perencanaan dan peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi.
D. Kesenjangan terjadi karena industrialisasi merupakan perubahan sosial yang dampaknya tidak dapat diprediksi.
E. Kesenjangan terjadi karena tidak adanya kesadaran pekerja untuk memperjuangkan keadilan sosial.
B. Kesenjangan terjadi karena adanya alienasi atau keterasingan pekerja dari produk yang dihasilkannya.
C. Kesenjangan terjadi karena kurangnya perencanaan dan peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi.
D. Kesenjangan terjadi karena industrialisasi merupakan perubahan sosial yang dampaknya tidak dapat diprediksi.
E. Kesenjangan terjadi karena tidak adanya kesadaran pekerja untuk memperjuangkan keadilan sosial.
24. Globalisasi dan Ekonomi Digital Desa
Desa Wirausaha yang dahulu mengandalkan pertanian tradisional kini mulai berubah. Sejak adanya akses internet dan media sosial, banyak pemuda desa membuka toko daring untuk menjual produk kerajinan tangan ke luar negeri. Selain itu, beberapa keluarga mengadopsi gaya hidup konsumtif dan mulai meninggalkan tradisi gotong royong. Bahasa asing juga mulai sering digunakan dalam pergaulan anak muda.
Apa bentuk dampak globalisasi yang paling menonjol terhadap kehidupan ekonomi masyarakat?
A. Globalisasi menyebabkan desa kembali pada ekonomi subsisten dan lokal.
B. Globalisasi menyebabkan masyarakat menolak transaksi dengan pihak luar.
C. Globalisasi menyebabkan peningkatan aktivitas jual beli melalui platform digital.
D. Globalisasi menyebabkan seluruh hasil kerajinan digunakan untuk kebutuhan pribadi.
E. Globalisasi menyebabkan masyarakat berhenti memproduksi barang tradisional.
B. Globalisasi menyebabkan masyarakat menolak transaksi dengan pihak luar.
C. Globalisasi menyebabkan peningkatan aktivitas jual beli melalui platform digital.
D. Globalisasi menyebabkan seluruh hasil kerajinan digunakan untuk kebutuhan pribadi.
E. Globalisasi menyebabkan masyarakat berhenti memproduksi barang tradisional.
25. Globalisasi, Teknologi, dan Toleransi Sosial
Di sebuah sekolah menengah, siswa mengikuti pembelajaran berbasis teknologi digital. Setiap siswa dibekali gawai untuk mengakses materi dari rumah maupun sekolah. Guru memanfaatkan platform pembelajaran daring sehingga diskusi kelas dapat berlangsung secara virtual. Siswa juga diperkenalkan pada tren budaya global melalui media sosial, seperti gaya hidup sehat, komunitas kreatif, dan diskusi lintas negara tentang isu sosial.
Seiring waktu, cara siswa berinteraksi, belajar, memandang dunia, menanggapi keberagaman, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman mengalami perubahan.
Bagaimana keterlibatan masyarakat dalam aktivitas berbasis digital merefleksikan konsekuensi sosial akibat arus globalisasi?
A. Teknologi memperluas akses ruang belajar karena siswa belajar dari jejaring global, mencerminkan pendidikan kolaboratif.
B. Teknologi memudahkan akses nilai baru karena siswa terbiasa dengan informasi global, mencerminkan pola pikir terbuka.
C. Teknologi meningkatkan refleksi terhadap perbedaan karena siswa berdiskusi lintas latar, mencerminkan tumbuhnya toleransi sosial.
D. Teknologi mendorong partisipasi budaya digital karena siswa aktif di media sosial, mencerminkan pergeseran ekspresi masyarakat.
E. Teknologi memperkuat interaksi lintas budaya karena siswa berinteraksi dengan komunitas global, mencerminkan luasnya wawasan global.
B. Teknologi memudahkan akses nilai baru karena siswa terbiasa dengan informasi global, mencerminkan pola pikir terbuka.
C. Teknologi meningkatkan refleksi terhadap perbedaan karena siswa berdiskusi lintas latar, mencerminkan tumbuhnya toleransi sosial.
D. Teknologi mendorong partisipasi budaya digital karena siswa aktif di media sosial, mencerminkan pergeseran ekspresi masyarakat.
E. Teknologi memperkuat interaksi lintas budaya karena siswa berinteraksi dengan komunitas global, mencerminkan luasnya wawasan global.
26. Perubahan Interaksi Sosial di Kampung Cempaka
Kampung Cempaka dahulu merupakan permukiman padat dengan kegiatan sosial yang tinggi. Warga sering mengadakan kerja bakti, arisan RT, dan kegiatan keagamaan bersama. Namun, sejak banyak rumah dijual kepada pendatang dari luar daerah, suasana sosial berubah. Warga baru lebih tertutup, tidak aktif dalam kegiatan warga, dan lebih memilih berinteraksi melalui media sosial. Meskipun kawasan menjadi lebih bersih dan tertata, hubungan antarwarga melemah.
Apa dampak jangka panjang dari pola interaksi sosial yang mulai berubah tersebut?
A. Kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan mulai melemah secara bertahap.
B. Partisipasi warga dalam kegiatan rutin mengalami penurunan yang tidak disadari.
C. Rasa memiliki terhadap komunitas perlahan terkikis karena kurangnya keterlibatan.
D. Kegiatan sosial berubah bentuk tanpa memperkuat hubungan antarwarga.
E. Norma sosial tetap bertahan meskipun jumlah interaksi warga semakin terbatas.
B. Partisipasi warga dalam kegiatan rutin mengalami penurunan yang tidak disadari.
C. Rasa memiliki terhadap komunitas perlahan terkikis karena kurangnya keterlibatan.
D. Kegiatan sosial berubah bentuk tanpa memperkuat hubungan antarwarga.
E. Norma sosial tetap bertahan meskipun jumlah interaksi warga semakin terbatas.
27. Globalisasi dan Penyebaran Hoaks
Di era digital, media sosial menjadi salah satu sumber utama informasi masyarakat. Namun, tidak semua informasi yang tersebar dapat dipertanggungjawabkan. Di sebuah kota kecil, beredar pesan berantai yang menyebutkan akan terjadi gempa besar dan mengimbau warga segera mengungsi. Informasi tersebut tidak berasal dari lembaga resmi dan terbukti sebagai hoaks.
Akibatnya, banyak warga panik, meninggalkan rumah, bahkan terjadi penjarahan di beberapa toko. Situasi ini menunjukkan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan massal dan merusak tatanan sosial.
Mengapa masalah sosial tersebut merupakan dampak globalisasi?
A. Globalisasi memfasilitasi peningkatan interaksi dan relasi sosial secara tatap muka yang intens ant warga.
B. Globalisasi mendorong kembalinya nilai tradisional dan kearifan lokal yang mampu menyaring informasi.
C. Globalisasi menyebabkan homogenitas budaya sehingga masyarakat lebih mudah percaya pada satu jenis informasi.
D. Globalisasi memungkinkan penyebaran informasi, termasuk hoaks, secara cepat dan masif melintasi batas geografis.
E. Globalisasi menekankan pentingnya peran lembaga formal dalam mengontrol setiap komunikasi masyarakat.
B. Globalisasi mendorong kembalinya nilai tradisional dan kearifan lokal yang mampu menyaring informasi.
C. Globalisasi menyebabkan homogenitas budaya sehingga masyarakat lebih mudah percaya pada satu jenis informasi.
D. Globalisasi memungkinkan penyebaran informasi, termasuk hoaks, secara cepat dan masif melintasi batas geografis.
E. Globalisasi menekankan pentingnya peran lembaga formal dalam mengontrol setiap komunikasi masyarakat.
28. Sikap terhadap Budaya Lokal dan Budaya Global
Dalam dua tahun terakhir, banyak siswa di sebuah SMA mulai meninggalkan kebiasaan menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari. Mereka lebih sering menggunakan istilah bahasa Inggris yang dipopulerkan melalui media sosial, film, dan budaya pop Barat. Pakaian adat juga mulai jarang digunakan, bahkan saat acara sekolah. Sebagian siswa menganggap budaya lokal sudah ketinggalan zaman.
Sikap manakah yang paling sesuai untuk membangun kesadaran siswa agar tetap menghargai budaya daerah tanpa menolak budaya luar?
A. Mendorong siswa lebih sering menampilkan budaya lokal dalam kegiatan sekolah yang terbuka.
B. Mengarahkan siswa menekankan unsur lokal dalam proyek yang menampilkan identitas global.
C. Menanamkan rasa bangga terhadap budaya lokal sambil tetap membuka ruang eksplorasi budaya luar
.D. Menyediakan platform yang memfasilitasi siswa menggabungkan nilai lokal dan global secara kreatif.
E. Mengutamakan nilai budaya daerah dalam seluruh kegiatan tanpa menghilangkan pengaruh luar sepenuhnya.
B. Mengarahkan siswa menekankan unsur lokal dalam proyek yang menampilkan identitas global.
C. Menanamkan rasa bangga terhadap budaya lokal sambil tetap membuka ruang eksplorasi budaya luar
.D. Menyediakan platform yang memfasilitasi siswa menggabungkan nilai lokal dan global secara kreatif.
E. Mengutamakan nilai budaya daerah dalam seluruh kegiatan tanpa menghilangkan pengaruh luar sepenuhnya.
29. Peran Perguruan Tinggi dalam Mengatasi Polusi Udara
Indonesia, China, India, Pakistan, Bangladesh, dan Nigeria menyumbang sebagian besar beban polusi udara global karena tingkat polusi yang tinggi dan jumlah penduduk yang besar. Partikel halus atau PM2.5 berpotensi mengurangi usia hidup rata-rata warga Indonesia dibandingkan apabila kualitas udara memenuhi standar WHO. Pencemaran udara oleh industri menjadi sorotan karena berkontribusi besar terhadap polusi udara. Sejumlah pihak juga berencana menggugat pemerintah karena dinilai belum optimal mengatasi persoalan tersebut.
Beberapa negara masih belum memiliki data yang lengkap berupa hasil riset maupun perangkat untuk memonitor dan mengukur kualitas udara.
Sumber diadaptasi dari BBC News Indonesia.
Apa rekomendasi yang paling tepat diberikan kepada institusi pendidikan tinggi agar dapat berkontribusi mengatasi masalah tersebut?
A. Mendampingi masyarakat menuntut pemerintah menggratiskan pengobatan penyakit gangguan pernapasan.
B. Menjalin kerja sama dengan negara maju agar berinvestasi di sektor industri berbasis energi terbarukan.
C. Membangun pusat riset yang berfokus pada lingkungan untuk menghasilkan strategi pembangunan berkelanjutan.
D. Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk membuat program penanaman sejuta pohon di wilayah hutan gundul.
E. Mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah rumah tangga.
B. Menjalin kerja sama dengan negara maju agar berinvestasi di sektor industri berbasis energi terbarukan.
C. Membangun pusat riset yang berfokus pada lingkungan untuk menghasilkan strategi pembangunan berkelanjutan.
D. Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk membuat program penanaman sejuta pohon di wilayah hutan gundul.
E. Mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah rumah tangga.
30. Strategi Pemuda Menjaga Budaya Lokal
Masuknya budaya asing ke Indonesia yang dipercepat arus globalisasi dan teknologi membawa pengaruh positif maupun negatif. Di satu sisi, budaya asing memperluas wawasan, memperkenalkan inovasi, dan memperkaya kebudayaan lokal. Di sisi lain, pengaruh tersebut dapat mengikis nilai tradisional, memicu perubahan gaya hidup yang bertentangan dengan norma, serta menimbulkan ketimpangan sosial.
Desa Trunyan di Bali memiliki tradisi pemakaman unik: jenazah tidak dikubur atau dibakar, melainkan diletakkan di atas tanah dan dibiarkan membusuk secara alami. Tradisi ini menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, meningkatnya kunjungan wisatawan memunculkan tantangan seperti volume sampah, degradasi lingkungan, dan komersialisasi budaya yang berisiko mengubah makna spiritual tradisi tersebut.
Apa rekomendasi paling strategis yang dapat dilakukan pemuda Desa Trunyan untuk menjaga nilai budaya di tengah arus globalisasi?
A. Mengampanyekan gaya hidup lokal melalui media sosial dengan pendekatan visual modern.
B. Meningkatkan daya tarik ekonomi tradisi dengan memperluas pasar suvenir khas pemakaman.
C. Menjadi pemandu wisata profesional agar dapat menjelaskan budaya secara sistematis dan netral.
D. Meningkatkan penggunaan bahasa asing dalam promosi budaya agar lebih diterima wisatawan asing.
E. Membuat festival tahunan dengan atraksi budaya yang diatur sponsor dan pihak swasta.
B. Meningkatkan daya tarik ekonomi tradisi dengan memperluas pasar suvenir khas pemakaman.
C. Menjadi pemandu wisata profesional agar dapat menjelaskan budaya secara sistematis dan netral.
D. Meningkatkan penggunaan bahasa asing dalam promosi budaya agar lebih diterima wisatawan asing.
E. Membuat festival tahunan dengan atraksi budaya yang diatur sponsor dan pihak swasta.
---
Kunci Jawaban
| No. | Kunci | No. | Kunci | No. | Kunci |
| --- | --- | --- | --- | --- | --- |
| 1 | C | 11 | B | 21 | A |
| 2 | B | 12 | C | 22 | D |
| 3 | D | 13 | A | 23 | C |
| 4 | E | 14 | B | 24 | C |
| 5 | A | 15 | B | 25 | C |
| 6 | C | 16 | E | 26 | C |
| 7 | A, B, D | 17 | B | 27 | D |
| 8 | B | 18 | — | 28 | C |
| 9 | C | 19 | B | 29 | C |
| 10 | A, B, C | 20 | A | 30 | C |





.png)
.png)