Postingan

SOAL ULANGAN KE DUA

SOAL No. 1

Wilayah Desa Sukamaju berada di lereng gunung api yang masih aktif. Setelah menerima informasi dari BPBD tentang peningkatan aktivitas vulkanik, pemerintah desa memetakan jalur evakuasi dan menentukan lokasi pengungsian. Sebagian warga kemudian menyiapkan tas darurat, menyimpan salinan dokumen penting, serta memilih jalur evakuasi berdasarkan jarak tempuh dan tingkat keamanannya. Mereka melakukan persiapan tersebut agar dapat mengurangi risiko kerugian apabila erupsi benar-benar terjadi.

Tindakan warga tersebut paling tepat dikategorikan sebagai ....

A. tindakan afektif karena didorong oleh rasa takut terhadap bencana  
B. tindakan tradisional karena mengikuti kebiasaan masyarakat setempat  
C. tindakan rasional instrumental karena mempertimbangkan tujuan dan cara untuk mencapainya  
D. tindakan rasional berorientasi nilai karena didasarkan pada keyakinan bahwa keselamatan merupakan nilai utama  
E. tindakan spontan karena dilakukan sebagai reaksi langsung terhadap informasi bencana  

Kunci jawaban

C. tindakan rasional instrumental karena mempertimbangkan tujuan dan cara untuk mencapainya**

Pembahasan

Warga memiliki tujuan, yaitu mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan keselamatan. Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka memilih cara yang dianggap paling efektif, seperti menyiapkan tas darurat, menyimpan dokumen, dan menentukan jalur evakuasi berdasarkan jarak serta tingkat keamanan. Ciri tersebut menunjukkan tindakan rasional instrumental.

Pilihan A kurang tepat karena stimulus tidak menekankan luapan emosi, melainkan pertimbangan yang terencana. Pilihan B tidak tepat karena tindakan bukan dilakukan berdasarkan kebiasaan lama. Pilihan D kurang tepat karena fokus utama tindakan adalah efektivitas cara untuk mencapai tujuan, bukan semata-mata kepatuhan terhadap nilai. Pilihan E tidak tepat karena tindakan dilakukan melalui perencanaan.

SOAL No. 1

Desa Tangguh berada di kawasan pesisir yang sering mengalami banjir rob. Dalam beberapa tahun terakhir, genangan semakin tinggi dan berlangsung lebih lama sehingga mengganggu aktivitas warga. Setelah berdiskusi dengan pemerintah desa, warga membentuk kelompok siaga bencana. Mereka membersihkan saluran air secara berkala, membuat jadwal ronda saat pasang tinggi, menyiapkan tempat evakuasi bagi lansia dan anak-anak, serta menyebarkan informasi melalui grup komunikasi warga.

Setelah kegiatan tersebut berjalan, warga lebih cepat mengetahui peringatan banjir dan mampu membantu kelompok rentan menuju tempat yang lebih aman. Namun, ketika sebagian warga mulai jarang mengikuti kerja bersama, pembersihan saluran menjadi tidak teratur dan beberapa wilayah kembali tergenang lebih lama.

Hubungan sebab–akibat yang paling tepat berdasarkan stimulus tersebut adalah ....

A. Ancaman banjir menyebabkan seluruh warga meninggalkan desa secara permanen.  
B. Meningkatnya risiko banjir mendorong kerja sama warga sehingga kesiapsiagaan dan kemampuan perlindungan kelompok rentan meningkat.  
C. Pembentukan kelompok siaga membuat banjir rob semakin sering terjadi karena aktivitas warga menghambat aliran air.  
D. Keberadaan pemerintah desa menyebabkan warga tidak lagi memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan lingkungan.  
E. Berkurangnya partisipasi warga tidak berpengaruh terhadap kondisi lingkungan karena penanganan bencana sepenuhnya merupakan tugas pemerintah.

Kunci jawaban

B. Meningkatnya risiko banjir mendorong kerja sama warga sehingga kesiapsiagaan dan kemampuan perlindungan kelompok rentan meningkat.

Pembahasan

Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir rob menjadi sebab yang mendorong warga membentuk kelompok siaga dan melakukan berbagai tindakan bersama. Tindakan tersebut menimbulkan akibat, yaitu meningkatnya kesiapsiagaan, lebih cepatnya penyebaran informasi, dan meningkatnya kemampuan warga melindungi kelompok rentan. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa gejala sosial dapat memengaruhi tindakan kolektif, sedangkan tindakan kolektif dapat menghasilkan perubahan pada kemampuan masyarakat menghadapi risiko bencana. Pilihan B paling tepat karena memuat rangkaian sebab–akibat secara lengkap:

SOAL No. 3

Desa Harapan berada di wilayah yang rawan longsor. Menjelang musim hujan, beberapa warga melakukan tindakan berikut.

1. Rani menyiapkan tas darurat dan memilih jalur evakuasi berdasarkan jarak terpendek serta tingkat keamanannya.  
2. Kelompok pemuda membersihkan saluran air karena meyakini bahwa menjaga keselamatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.  
3. Sebagian warga langsung membantu mengevakuasi tetangga lanjut usia setelah mendengar suara longsoran.  
4. Setiap tahun, warga mengikuti ritual adat sebelum memasuki musim penghujan karena telah menjadi kebiasaan turun-temurun.

Klasifikasi tindakan warga yang tepat berdasarkan jenis tindakan sosial menurut Max Weber adalah ....

TindakanKategori
A. Rani menyiapkan tas darurat dan memilih jalur evakuasiTindakan rasional instrumental
B. Pemuda membersihkan saluran air karena tanggung jawab bersamaTindakan afektif
C. Warga membantu lansia setelah mendengar longsoranTindakan tradisional
D. Warga mengikuti ritual adat tahunanTindakan rasional instrumental

Pilihan yang tepat adalah ....

A. A saja  
B. A dan B  
C. B dan C  
D. C dan D  
E. A, B, C, dan D  

Kunci jawaban

A. A saja

Pembahasan

Klasifikasi yang tepat adalah sebagai berikut.

TindakanKlasifikasiAlasan
Rani menyiapkan tas darurat dan memilih jalur evakuasiRasional instrumentalMemiliki tujuan dan memilih cara yang dianggap paling efektif untuk mencapainya
Pemuda membersihkan saluran air karena tanggung jawab bersamaRasional berorientasi nilaiDidorong oleh nilai keselamatan dan tanggung jawab sosial
Warga langsung membantu lansia setelah mendengar longsoranAfektifMuncul sebagai respons spontan yang dipengaruhi emosi dan kepedulian
Warga mengikuti ritual adat tahunanTradisionalDilakukan karena kebiasaan yang diwariskan dan berlangsung turun-temurun

Dengan demikian, hanya pernyataan A yang klasifikasinya benar.


SOAL No. 4


Untuk mengukur kemampuan **interpretasi data**, soal harus menyajikan data tentang tindakan sosial masyarakat dalam situasi rawan bencana. Siswa kemudian diminta membaca pola, membandingkan data, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti, bukan sekadar menghafalkan konsep.

## Contoh soal TKA Sosiologi

### Stimulus

Desa Cempaka berada di daerah rawan banjir bandang. Pemerintah desa mencatat partisipasi warga dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana selama tiga bulan. Data juga menunjukkan rata-rata waktu yang diperlukan warga untuk mencapai titik evakuasi setelah peringatan diberikan.

DusunPartisipasi dalam simulasi evakuasiKeaktifan mengikuti grup informasi bencanaRata-rata waktu mencapai titik evakuasi
Dusun 182%88%14 menit
Dusun 265%71%21 menit
Dusun 343%46%32 menit
Dusun 479%84%16 menit

Keterangan: Semakin singkat waktu mencapai titik evakuasi, semakin cepat warga merespons peringatan bencana.


Interpretasi yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah ....

A. Keaktifan warga dalam kegiatan kesiapsiagaan tidak berkaitan dengan kecepatan evakuasi.  
B. Dusun 3 memiliki kesiapsiagaan paling baik karena waktu evakuasinya paling lama.  
C. Tingginya partisipasi dalam simulasi dan keaktifan memperoleh informasi cenderung sejalan dengan respons evakuasi yang lebih cepat.  
D. Dusun 2 memiliki partisipasi tertinggi karena jumlah warga yang mengikuti simulasi lebih besar daripada Dusun 1.  
E. Seluruh warga di Dusun 1 dan Dusun 4 pasti memiliki kemampuan evakuasi yang sama.

Kunci jawaban

C. Tingginya partisipasi dalam simulasi dan keaktifan memperoleh informasi cenderung sejalan dengan respons evakuasi yang lebih cepat.

Pembahasan

Data menunjukkan pola yang konsisten:

- Dusun 1 dan Dusun 4 memiliki partisipasi serta keaktifan informasi yang relatif tinggi. Waktu evakuasinya juga lebih singkat, yaitu 14 dan 16 menit.
- Dusun 3 memiliki partisipasi dan keaktifan informasi paling rendah. Waktu evakuasinya paling lama, yaitu 32 menit.
- Dusun 2 berada pada posisi menengah dalam partisipasi, keaktifan informasi, dan waktu evakuasi.

Dengan demikian, data mendukung interpretasi bahwa keterlibatan warga dalam simulasi dan akses terhadap informasi bencana cenderung berkaitan dengan respons evakuasi yang lebih cepat. Kata cenderung penting karena data tersebut menunjukkan pola hubungan, bukan membuktikan bahwa satu-satunya penyebab kecepatan evakuasi adalah partisipasi warga.

SOAL No. 5

Desa Wanasari terletak di daerah perbukitan yang rawan longsor. Pemerintah desa telah memasang sirene dan membagikan informasi evakuasi melalui grup WhatsApp. Namun, sebagian warga lanjut usia, penyandang disabilitas, dan keluarga berpenghasilan rendah tidak tergabung dalam grup tersebut. Beberapa rumah mereka juga berada jauh dari jalur evakuasi utama.

Dalam simulasi bencana, warga yang tinggal dekat jalan utama dapat mencapai tempat pengungsian dengan cepat. Sebaliknya, warga di wilayah lereng membutuhkan waktu lebih lama karena jalan sempit dan licin. Sebagian warga mengusulkan agar seluruh bantuan dipusatkan di balai desa karena lokasinya mudah diawasi. Akan tetapi, kelompok perempuan dan kader kesehatan mengusulkan beberapa titik pengungsian kecil yang lebih dekat dengan permukiman kelompok rentan.

Hasil evaluasi simulasi menunjukkan bahwa penyampaian informasi melalui grup WhatsApp memang cepat, tetapi belum menjangkau seluruh warga. Selain itu, keputusan mengenai jalur dan tempat pengungsian lebih banyak ditentukan oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat tanpa melibatkan kelompok rentan.

Berdasarkan kasus tersebut, masalah sosial yang paling tepat dianalisis adalah ....

A. rendahnya kesadaran warga karena semua masyarakat seharusnya mengikuti informasi pemerintah desa  
B. ketimpangan akses terhadap informasi dan fasilitas evakuasi yang menyebabkan kerentanan tidak dialami secara sama oleh seluruh warga  
C. kegagalan teknologi komunikasi karena grup WhatsApp tidak dapat digunakan dalam situasi bencana  
D. konflik antara kelompok perempuan dan perangkat desa yang menghambat seluruh kegiatan kesiapsiagaan  
E. ketidakmampuan kelompok rentan menyelamatkan diri karena tidak memiliki pengetahuan tentang bencana  

Kunci jawaban

B. ketimpangan akses terhadap informasi dan fasilitas evakuasi yang menyebabkan kerentanan tidak dialami secara sama oleh seluruh warga**

Pembahasan

Kasus menunjukkan bahwa risiko bencana tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi alam, tetapi juga oleh posisi sosial, akses informasi, lokasi tempat tinggal, kondisi fisik, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan.

Warga yang tidak tergabung dalam grup WhatsApp dan tinggal jauh dari jalur utama menghadapi hambatan yang lebih besar. Dengan demikian, masalah utamanya adalah ketimpangan akses dan kerentanan sosial yang tidak merata.

Pilihan A terlalu menyalahkan warga. Pilihan C menyederhanakan persoalan sebagai kegagalan teknologi. Pilihan D tidak tepat karena usulan kelompok perempuan justru dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kebijakan. Pilihan E menyalahkan kelompok rentan, padahal hambatan utama juga berasal dari sistem informasi dan fasilitas yang belum inklusif.

SOAL No. 6

Kampung Sumberrejo berada di daerah rawan banjir. Setiap musim hujan, air sungai meluap dan menggenangi permukiman selama beberapa jam. Pemerintah desa telah menyebarkan informasi evakuasi melalui grup pesan singkat. Namun, sebagian warga lanjut usia tidak memiliki telepon pintar, beberapa keluarga pendatang belum masuk dalam grup warga, dan rumah warga yang tinggal di bantaran sungai berjarak cukup jauh dari balai desa.

Dalam simulasi sebelumnya, warga yang menerima informasi lebih awal dapat menyelamatkan dokumen dan membawa anggota keluarganya ke tempat aman. Sebaliknya, beberapa warga tidak mengetahui waktu evakuasi karena hanya mengandalkan informasi dari tetangga. Kelompok pemuda mengusulkan pemasangan pengeras suara, sedangkan kader kesehatan mengusulkan pendataan warga yang membutuhkan bantuan khusus.

Rekomendasi solusi yang paling tepat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sosial masyarakat Kampung Sumberrejo adalah ....

A. mewajibkan seluruh warga memiliki telepon pintar agar informasi dapat disampaikan melalui satu saluran  
B. memusatkan seluruh warga di balai desa karena tempat tersebut paling mudah diawasi oleh pemerintah  
C. menyediakan sistem informasi multisaluran, mendata warga rentan, serta membentuk kelompok pendampingan di setiap wilayah  
D. menyerahkan proses evakuasi kepada masing-masing keluarga karena setiap keluarga paling memahami kebutuhannya  
E. memberikan bantuan terutama kepada warga yang telah mengikuti simulasi agar masyarakat lain terdorong untuk berpartisipasi  

Kunci Jawaban

C. menyediakan sistem informasi multisaluran, mendata warga rentan, serta membentuk kelompok pendampingan di setiap wilayah

Pembahasan

Masalah utama dalam stimulus bukan sekadar kurangnya kesadaran warga, melainkan ketimpangan akses informasi dan perbedaan kemampuan menghadapi bencana. Sebagian warga tidak memiliki telepon pintar, belum masuk dalam grup komunikasi, atau tinggal jauh dari pusat evakuasi.

Oleh karena itu, solusi yang tepat harus:

- menggunakan berbagai saluran informasi, seperti pengeras suara, pengumuman langsung, dan pesan singkat;
- mengidentifikasi warga lanjut usia, penyandang disabilitas, anak-anak, pendatang, dan kelompok lain yang membutuhkan bantuan;
- membentuk kelompok pendamping di tingkat lingkungan agar evakuasi tidak hanya bergantung pada balai desa;
- melibatkan warga dalam tindakan kolektif dan pengambilan keputusan.


SOAL No. 7
SOAL No. 8

Posting Komentar